Penghargaan Jurnalistik


Jurnas, RCTI, dan Radio 68 H Juara Pertama

JAKARTA , KOMPAS CYBER MEDIA

Untuk kali kedua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Badan We_are_the_best_teamPerserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Anak, UNICEF, menyerahkan “Penghargaan AJI-UNICEF untuk Karya Jurnalistik Terbaik tentang Anak”.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam suasana yang cukup meriah di Balai Sidang Jakarta (JCC), Senin (17/12) sore. Acara ini dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia F Hatta yang mewakili Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh, serta sejumlah undangan yang mewakili berbagai lembaga tentang anak.

Dewan juri yang terdiri dari praktisi media cetak, radio dan televisi serta pemerhati hak anak memutuskan Ahmad Nurhasim wartawan pada Harian Jurnal Nasional (Jurnas), Angela H Wahyuningsih (Majalah Femina) dan Aries Kelana (Majalah Gatra) sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga untuk kategori media cetak.

Peraih penghargaan untuk karya jurnalistik di radio adalah Fariansyah (KBR 68H), Sri Lestari (KBR 68H) dan Suryawijanti (KBR 68H) masing-masing sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga. Sedangkan Dulhadi dan Toni Tjahjono (RCTI) serta Aderia (Trans TV) memenangi kompetisi untuk kategori televisi.

Selain menerima sertifikat penghargaan dari UNICEF dan AJI, para pemenang juga menerima hadiah uang sebesar Rp 6.500.000 untuk para pemenang pertama, Rp 5.000.000 untuk pemenang kedua, dan Rp 4.000.000 untuk pemenang ketiga, serta asuransi jiwa dengan pertanggungan sebesar Rp 50.000.000. Hadiah ini berasal dari mitra corporate UNICEF: Commonwealth Life, Mayora, dan BCA.

Pada tahun 2006, ketika penghargaan ini diberikan untuk kali pertama, penghargaan hanya diberikan untuk media cetak. Memasuki tahun kedua, penghargaan diberikan untuk karya jurnalistik terbaik yang mengangkat isu tentang anak, baik di media cetak, radio maupun televisi.

Dr. Gianfranco Rotigliano, Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia mengatakan, “Melalui penghargaan tahunan ini UNICEF ingin memberi peluang dan dorongan kepada para insan media untuk membuat karya-karya jurnalistik mengenai anak, menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme investigatif yang handal, mendidik masyarakat luas mengenai isu-isu yang berkaitan dengan anak, sekaligus juga beradvokasi bagi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik.”

Panitia seleksi menerima 110 karya jurnalistik yang mengangkat isu tentang anak. Karya-karya tersebut berasal dari berbagai media di tanah air. Heru Hendratmoko, Ketua Umum AJI Indonesia menggatakan saat ini telah banyak reporter dan editor yang peka terhadap berbagai masalah yang berkaitan dengan pemberitaan tentang anak. “Jadi tidak hanya sebatas meliput dan menyebarluaskan kepada publik tanpa prespektif sama sekali, “ kata Heru Hendratmoko.

Dalam sambutannya mewakili Wakil Presiden, Menteri Meutia F Hatta mengatakan bahwa gagasan menulis tentang anak merupakan gagasan yang bagus untuki ditradisikan. “Saya agak prihatin melihat situasi anak yang sering dipaksa menjadi sesuatu yang melampaui usianya. Termasuk di dalamnya, misalnya, dalam dunia keartisan, mereka dipaksa menjadi dewasa, dengan make up dewasa. Ide menulis tentang anak yang diselenggarakan AJI dan UNICEF sangat bagus untuk ditradisikan,” katanya.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh, menyambut baik diselenggarakannya penghargaan ini. “Diharapkan dapat mendorong semangat bagi jurnalis baik dari media cetak, radio maupun televisi untuk terus meningkatkan kualitas karyanya,” kata Nuh. Selain itu, tambah Nuh, juga untuk menyebarluaskan gagasan yang berpihak kepada masa depan anak. (WIP)

Leave a Reply